Paduan suara anak Vocalista Divina menggelar pentas menyongsong perayaan Natal bertajuk Bila Turun Mentari di Auditorium Pusat Kateketik (Puskat) Yogyakarta, Sabtu (13/12/2025). Pentas ini menampilkan kolaborasi istimewa antara paduan suara anak dengan ansambel gamelan Jawa.

Vocalista Divina merupakan paduan suara anak binaan Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta yang terdiri dari siswa kelas paduan suara SD, Orvo (Organ Vokal), dan kelas vokal kursus anak. Pentas Natal ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan tahun ajar triwulan pertama kursus PML yang telah berlangsung selama sembilan bulan.
Berbeda dengan pementasan Natal tahun-tahun sebelumnya, kali ini pentas hanya menampilkan paduan suara anak Vocalista Divina tanpa melibatkan paduan suara dewasa Vocalista Sonara. Sebanyak 28 anak Vocalista Divina tampil berkolaborasi dengan 13 siswa kelas SMP yang tergabung dalam ansambel Conbrio, yang untuk pertama kalinya mengiringi paduan suara anak dengan gamelan Jawa berlaras pelog.
Pelatih Vocalista Divina, Silvitriani Br Sembiring, mengatakan kolaborasi vokal anak dengan iringan gamelan membutuhkan sinergi dan kerja sama yang kuat sejak tahap latihan hingga gladi bersih.
“Bernyanyi dengan iringan gamelan membutuhkan kekompakan dalam garapan vokal dan iringan. Proses ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak,” ujarnya.
Dalam pentas tersebut, Vocalista Divina membawakan enam lagu Natal. Empat lagu diiringi organ yang dimainkan Yulius Frendi Pradianto, yakni Bila Turun Mentari, Amen, Dahulu di Kota David, dan Kulihat Tiga Perahu, aransemen almarhum Paul Widyawan dari buku Kling Denting Kling. Dua lagu lainnya, Yesus di Palungan dan Kupandang Sepuas Hati dari buku Siapakah Dia, dibawakan dengan iringan gamelan Jawa yang dikemas dalam garapan rancak.
Seperti dalam pementasan sebelumnya, Vocalista Divina tampil mengenakan kostum bernuansa Bhineka Indonesia dengan sentuhan khas Nusantara. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton yang memenuhi auditorium dan memberikan aplaus meriah hingga akhir pertunjukan.

Salah satu penonton, Ana Novita dari Gereja Banteng, mengaku terkesan dengan penampilan tersebut. “Luar biasa. Saya sampai merinding melihat paduan suara anak diiringi gamelan Jawa,” komentarnya.
Pentas Natal ini menjadi penegasan komitmen PML Yogyakarta dalam menghadirkan pembelajaran musik liturgi yang kreatif sekaligus mengakar pada kekayaan budaya Nusantara. (bams)
