PUSAT MUSIK LITURGI YOGYAKARTA

Gemetar Ketika Diuji, Tetap Dijalani

Share on:

Penataran Dirigen dan KOGJJ 2026 PML Yogyakarta

Yogyakarta. Penataran Dirigen dan Kursus Organ Gereja Jarak Jauh (KOGJJ) Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta selama sepekan, 29 Juni – 4 Juli 2026 sudah selesai. KOGJJ merupakan agenda rutin PML Yogyakarta setiap tahun.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Misa yang dipimpin Rm. Wens Herin, Pr dari Seminari San Dominggo Larantuka, Flores, NTT pada Sabtu, 4 Juli 2026. Rm. Wens juga salah satu peserta yang mengikuti penataran dirigen.

Rm. Wens mengatakan, “Selama seminggu kita telah dibuat jatuh cinta dengan lagu-lagu inkulturasi di PML. Kita pantas bersyukur, karena kita diberikan kesempatan untuk berdinamika dengan teman-teman dari wilayah Nusantara yang ikut penataran kali ini.”

Selama penataran, papar Rm. Wens, para peserta berlatih bersama mulai dari mengenal pola irama, membaca partitur yang benar, mengulik lagu dengan memahami maksud lagu. Mereka juga memahami bagaimana menjiwai lagu inkulturasi dengan meminjam roh orang Sunda, Kalimantan, Batak, Jawa, dan sebagainya sehingga lagu benar-benar terdengar indah.

“Kita bisa membawa semua ini sebagai oleh-oleh untuk ditularkan kepada umat di daerah kita masing-masing nantinya,” tambah Rm. Wens.

Sementara Pimpinan PML Elisabet Twitien Sezi Colasina mengungkapkan, “Para peserta mau belajar dengan hati, dengan mau merasakan gemetar ketika diuji, namun tetap dijalani. Demikian juga ketika mengiringi dengan merasakan gemetar atau gopoh, itulah sebuah momen yang harus pernah dirasakan.”

Menurut Elis, semua itu adalah proses atau tahapan yang harus dilalui. “Semoga, setelah penataran dirigen, peserta akan semakin mantap dan mengerti untuk menghayati lagu inkulturasi guna membantu umat berdoa untuk memuliakan Tuhan,” harapnya.

Para peserta Penataran Dirigen diberikan pemahaman aneka pelajaran, mulai dari liturgi, teknik aba-aba, teknik vokal dan lied kunde, manajemen paduan suara, tugas kelompok, hingga paduan suara.

Sedangkan peserta Kursus Organ Gereja Jarak Jauh ( KOGJJ ) di antaranya mendapat materi liturgi, direksi, solfes, inkulturasi, praktik harmoni, membuat iringan, latihan organ didampingi guru, serta praktek organ mandiri.

Di sesi lain, para peserta Penataran Dirigen maupun KOGJJ juga diajak tur ke Museum Rm. Karl Edmund Prier, SJ dan Paul Widyawan. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan melihat organ eminent (organ besar) dan organ pipa di Kapel Puskat yang juga satu gedung dengan PML.

Para peserta penataran Dirigen dan KOGJJ kali ini datang dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Purworejo, Ungaran, Probolinggo, Purwokerto, Solo, Bandung, Jakarta, Bogor, Tangerang, Surabaya, Jambi, Malang, Berau, Sintang, Ende Flores, NTT, Palembang, Nabire, Papua, Pontianak, Samarinda, serta Yogyakarta.

Pada kesempatan berbeda, para peserta selama di PML diajak ikut memainkan alat musik tradisional dan merasakan secara langsung iringan lagu inkulturasi sesuai lagu tersebut berasal dan dipraktikkan langsung untuk mengiringi ibadat pagi.

Misa penutupan juga diiringi instrumen gamelan Jawa lengkap oleh karyawan PML dan Toko Puskat sebagai hasil latihan bersama selama empat bulan terakhir menjelang penataran dan kursus KOGJJ.

Danan Murdyantoro 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *